Rabu, 20 November 2019

Karang gigi



Assalamu’alaikum...  Sobat Gigi_Q...
Ketemu lagi dengan mujadi45..........Semangat 45

                                           Hasil gambar untuk gambar karang gigi 
 
Karang gigi (kalkulus), yaitu suatu lapisan deposit (bahan keras yang melekat pada permukaan gigi) mineral yang berwarna kuning atau coklat pada gigi karena dental plak yang keras. Struktur permukaan karang gigi yang kasar memudahkan timbunan plak gigi. Kalkulus melekat erat mengelilingi mahkota dan akar gigi, juga pada gigi tiruan dan restorasi gigi.
Karang gigi jarang ditemukan pada gigi susu dan tidak sering ditemukan pada gigi permanen anak usia muda. Meskipun demikian, pada usia 9 tahun, kalkulus sudah dapat ditemukan pada sebagian besar rongga mulut, dan pada hampir seluruh rongga mulut individu dewasa.
Karang gigi terjadi karena pengendapan garam kalsium fosfat, kalsium karbonat, dan magnesium fosfat. Komposisi kalkulus dipengaruhi oleh lokasi kalkulus dalam mulut serta waktu pembentukan karang gigi. Komposisi kalkulus terdiri dari 80% masa anorganik, air, dan matriks organik (protein dan karbohidrat), sel-sel epitel deskuamasi, leukosit. Masa anorganik terutama terdiri dari fosfat, kalsium, dalam bentuk hidroksiapatite, brushite, dan fosfat oktakalsium. Selain itu, juga terdapat sejumlah kecil kalsium karbonat, magnesium, fosfat, dan florida. Kandungan florida adalah beberapa lebih besar daripada pada plak.
2. Macam Karang gigi
Berdasakan lokasinya Kalkulus ada 2 macam, yaitu :
1. Karang gigi supragingiva
Ø   Letak = di sebelah koronal dari tepi gingival (diatas gingival)
Ø   Kalkulus terdeposit mula-mula pada permukaan gigi yang berlawanan dengan duktus saliva, pada permukaan lingual insisivus bawah dan permukaan bukal molar atas, tetapi dapat juga terdeposit pada setiap gigi dan geligi tiruan yang tidak dibersihkan dengan baik, misalnya permukaan oklusal gigi yang tidak mempunyai antagonis.
Ø   Warna = agak kekuningan kecuali bila tercemar faktor lain seperti tembakau, anggur, pinang.
Ø  Bentuk = cukup keras, rapuh, mudah dilepas dari gigi dengan alat khusus
Ø   Sumber mineral diperoleh dari saliva
Ø   Dapat terlihat langsung di dalam mulut
2. Karang gigi subgingiva
Ø  Letak = akar gigi di dekat batas apical poket yang dalam, pada kasus yang parah,  bahkan dapat ditemukan jauh lebih dalam sampai ke apeks gigi (dibawah gingival).
Ø   Bentuk = bewarna hijau tua atau hitam, lebih keras daripada kalkulus supragingiva, melekat lebih erat pada permukaan gigi
Ø   Melekat pada permukaan akar dan distribusinya tidak berhubungan dengan glandula saliva tetapi dengan adanya inflamasi gingival dan pembentukan poket, suatu fakta terefleksi dari namanya ‘kalkulus seruminal’
Ø   Sumber mineral diperoleh dari serum darah
Ø  Tidak dapat terlihat langsung dalam mulut
Demikian tadi sedikit tentang karang gigi semoga bermanfaat.... ya.a

Selasa, 19 November 2019

Cara mencegah gigi berlubang


Assalamu’alaikum.....
Ketemu lagi..... Sobat Gigi_Q dengan Mujadi45  .... Semangat45
Sedikit akan dikemukakan tentang cara mencegah lubang gigi yaitu : 

                               Hasil gambar untuk gambar menyikat gigi
  • Menggiosok gigi paling sedikit 2 kali sehari, yaitu pagi hari setelah makan pagidan malam hari sebelum tidur
  • Mengurangi makanan yang manis dan melekat
  • Gosoklah  gigi setidaknya dua kali sehari selama minimal dua menit setiap waktunya.
  • Gunakan pasta gigi  yang mengandung fluoride dan dirancang khusus untuk mengangkat plak dan mencegah kerusakan gigi.
  • Pastikan untuk memakai floss setidaknya sekali sehari. Sangatlah penting untuk membersihkan area-area di antara gigi yang sulit dijangkau, dimana partikel makanan tersangkut dan menyebabkan penimbunan bakteri.
  • Dan terakhir, berkumurlah dengan air bersih.
Hal ini, dikombinasikan dengan pemeriksaan gigi rutin akan selalu membuat gigi Anda tetap sehat, kuat dan terbebas dari lubang.

Gejala gigi berlubang


Assalamu’alaikum,.....
Sobat Gigi_Q ketemu lagi dengan Mujadi45......... Semangat 45
Kali ini akan sedikit dikemukakan tentang gejala gigi berlubang,...yuk kita simak!
Gejala gigi berlubang yang muncul pada tiap orang dapat berbeda, tergantung tingkat keparahan dan lokasi lubang pada gigi. Saat lubang masih berukuran kecil dan baru terbentuk, gejala mungkin tidak muncul atau tidak terasa. Namun, ketika kondisi sudah semakin memburuk, gejala yang akan timbul adalah:
ü  Gigi menjadi sensitif.
ü  Nyeri saat mengonsumsi makanan atau minuman yang manis, dingin atau panas.
ü  Terdapat lubang yang terlihat jelas pada gigi.
ü  Nyeri pada gigi yang terjadi secara spontan tanpa penyebab yang jelas.
ü  Terdapat bagian gigi yang berubah warna menjadi putih, cokelat, atau hitam.
ü  Sakit gigi, terutama saat mengigit atau ketika gigi ditekan.



Hasil gambar untuk gambar gigi berlubang

Penyebab Gigi berlubang
Gigi berlubang umumnya diawali oleh adanya plak pada mulut. dan juga dari sisa makanan yang mengandung gula, seperti roti, sereal, susu, minuman ringan, , kue, atau permen, yang kemudian diubah oleh bakteri alami dalam mulut menjadi asam. Asam tersebut secara perlahan mengikis lapisan-lapisan gigi, hingga membentuk lubang pada gigi.
Selain itu, gigi berlubang juga dapat dapat diperparah  oleh beberapa faktor lain, seperti:
ü  Jarang menyikat atau membersihkan gigi.
ü  Tidak menggunakan pasta gigi mengandung fluoride. Fluoride adalah senyawa yang umumnya terkandung dalam pasta gigi, berfungsi untuk merawat kesehatan serta mencegah kerusakan pada gigi.
ü  Terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman yang manis dan melekat.
Demikian sedikit tentang lubang gigi semoga bermanfaat ya.... terima kasih.

Hal hal yang perlu diperhatikan dalam menggosok gigi


Assalamu’alaikum,....
Ketemu lagi Sobat Gigi_Q.... dengan Mujadi 45 .... Semanagat 45
Sedikit akan dikemukakan hal hal yang perlu diperhatikan dalam menggosok gigi
Berikut adalah cara membersihkan gigi yang harus diperhatikan, antara lain:

                                               Hasil gambar untuk gambar gigi menyikat gigi
  • Cara membersihkan gigi harus dapat membersihkan semua deposit pada permukaan gigi dan gusi secara baik, terutama saku gusi dan ruang interdental.
  • Gosok gusi dan gigi depan selama beberapa detik dalam gerakan melingkar.
  • Frekuensi menyikat gigi, minimal 2 kali sehari setelah makan pagi dan sebelum tidur malam.
  • Waktu yang tepat untuk menyikat gigi seharusnya tidak lebih dari 2 menit.
  • Ketika mulai menyikat gigi,  Anda tidak harus menggunakan tekanan pada gigi dan gusi. Anda juga harus memastikan bahwa Anda membersihkan makanan yang tersisa.
  • Terlalu keras menyikat gigi sebenarnya tidak membantu membersihkan gigi lebih baik. Hal ini justru dapat menyebabkan permukaan enamel akan terkikis dan ini adalah asal mula dari gigi sensitif.
  • Berkumurlah dengan air bersih tiap setelah selesai menggosok tiap bagian.
  • Gunakan pasta gigi yang tepat. Anda bisa memilih pasta gigi yang bisa membersihkan plak, menghilangkan sensitivitas, mencegah gigi berlubang atau radang gusi.                                                
Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam memilih sikat gigi:
  • Pastikan sikat gigi mudah dan nyaman saat digunakan.
  • Jika Anda ingin mencoba jenis baru sikat gigi, minta saran dokter gigi.
  • Pilihlah sikat gigi yang memiliki bulu lembut.
  • Pilihlah alat pembersih gigi yang memenuhi standar yang diperlukan.
  • Jangan menggunakan sikat gigi dengan orang lain.
  • Gantilah sikat gigi minimal 3 sampai 4 bulan sekali atau jika bulu sikat sudah terlihat tidak  layak                           .
Selain sikat gigi, Anda juga bisa menggunakan flossing secara teratur dan periksa ke petugas secara rutin karena ini merupakan bagian yang sangat penting dari rutinitas kebersihan rongga mulut. Hindari menggunakan tusuk gigi karena tusuk gigi bisa melukai gusi.
Demikian sedikit hal hal yang diperhatikan dalam menggosok gigi... terima kasih.